Temuan itu selaras dengan kendala yang dihadapi UMKM Indonesia untuk "naik kelas", yaitu kemampuan sumber daya manusia, serta kemampuan produksi dan pemasaran.
“Menjawab tantangan yang tengah dihadapi UMKM kuliner di Indonesia, utamanya dalam menyiapkan keberlanjutan bisnis mereka pada era pascapandemi, kami mengambil peran sebagai partner pengaktif yang memfasilitasi para pelaku usaha dengan keterampilan lebih lanjut," kata Shinta Maryke.
Menurutnya, bukan hanya kepiawaian memasak, tetapi juga manajemen bisnis. Dari sisi teknologi, dia juga menyediakan peralatan dapur yang modern untuk membantu pelaku UMKM kuliner mengoptimalkan kualitas produksi makanan komoditas mereka.
Selama menjalani Bosch Virtual Chef, lima pelaku UMKM kuliner (terpilih dari puluhan pendaftar) mendapatkan serangkaian program pelatihan. Adapun pelatihan tersebut, meliputi expert class bersama Chef Degan Septoadji, pelatihan manajemen bisnis dan strategi pemasaran digital bersama Krealogi, juga produk kitchen appliances dari Bosch.
Sementara itu, Davit Manalu, Project Manager Krealogi serta mentor ahli dan dewan juri Bosch Virtual Chef menyampaikan, eksistensi di pasar digital mutlak dijalankan oleh pebisnis makanan saat ini, terlebih para UMKM. Oleh sebab itu, pelaku UMKM kuliner harus mampu mengenali segmen pasar yang disasar sehingga kemudian bisa merumuskan platform pemasaran online yang tepat untuk menjangkaunya.