Asal-Usul Soto Bangkong yang Melegenda

Dani M Dahwilani
Soto Bangkong selalu ramai meskipun sudah puluhan tahun dan kini menjadi kuliner legendaris Kota Semarang. (Foto: Sok/Istimewa)

Selama 5 tahun, Pak Karno berjualan pakai pikulan akhirnya berjualan menetap di gang kawasan Bangkong.

"Dulu jualan sendiri. Keluar masuk kampung. Habis jualan, Bapak saya kemudian narik becak, pernah mengemis juga, jual karcis. Maklum Bapak saya ketika itu tidak bisa baca dan tulis. Hanya bermodalkan ketekunan dan keuletan," ujar Joko Bennyanto, pemilik dan pewaris rumah makan Soto Bangkong di Semarang.

Dia menerangkan, nama Soto Bangkong berasal dari bahasa Jawa. Di mana Bangkong berarti kodok. Tapi, Soto Bangkong bukanlah dibuat dari daging kodok. Soto ini disebut bangkong karena pertama kali berjualan berada di kawasan Bangkong.

Benny menceritakan saat membuka usaha di kawasan Bangkong, Pak Karno belum menyematkan nama untuk soto buatannya. Pembeli hanya mengenal soto Pak Karno.

Akhirnya ada pembeli yang menyarankan untuk memberi nama Soto Bangkong. "Pembeli ada yang bilang, bagaimana kalau dikasih nama Soto Bangkong, akhirnya Bapak ngasih nama itu. Jadi nama Soto Bangkong ini berasal dari pelanggan Bapak," kenang pria yang hobi otomotif tersebut.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Kuliner
22 jam lalu

2 Restoran Baru di Makau Raih Bintang Michelin 2026, Ini Daftarnya

Kuliner
17 hari lalu

Kedai Kopi di Kaki Gunung Galunggung Ini Siap Manjakan Lidah dan Mata, Wajib Coba!

Kuliner
21 hari lalu

Viral Restoran Uncle Roger di Malaysia Tutup Permanen, Nasi Gorengnya Biasa Saja? 

Nasional
25 hari lalu

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi MasterChef Indonesia Tembus Season 13, Lahirkan Banyak Chef Hebat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal