JAKARTA, iNews.id - Di Makau, pengalaman kuliner tak lagi sekadar soal makan enak, tapi menjelma menjadi perjalanan lintas budaya dalam satu meja. Seperti apa keseruan jelajah kuliner di Makau?
Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini semakin mempertegas identitasnya sebagai panggung pertemuan Timur dan Barat, di mana teknik klasik bertemu inovasi modern, dan tradisi disajikan dengan sentuhan kontemporer.
Tahun ini, denyut tersebut terasa semakin kuat. Dalam peluncuran Michelin Guide Hong Kong & Macau 2026 yang digelar di Grand Lisboa Palace Resort Macau, dua nama baru langsung mencuri perhatian, yaitu Palace Garden dan Don Alfonso 1890 Macau. Keduanya meraih bintang Michelin pertama mereka.
Palace Garden membawa tamu masuk ke atmosfer taman kekaisaran yang tenang dan elegan, sembari menyajikan interpretasi modern dari hidangan Taishi klasik. Setiap detail, mulai dari teknik potong hingga racikan kaldu, terasa presisi.
Di sisi lain, Don Alfonso 1890 menghadirkan rasa Italia Selatan yang hangat dan jujur, dengan bahan-bahan yang bahkan ditanam langsung di kebun organik keluarga mereka di Semenanjung Sorrento.
Di luar dua pendatang baru ini, peta kuliner Makau tetap diwarnai oleh nama-nama besar. Robuchon au Dôme masih berdiri sebagai satu-satunya restoran Barat di kota ini dengan tiga bintang Michelin, mempertahankan reputasinya sejak lebih dari satu dekade lalu.