11 Peraturan Paling Aneh di Dunia, Nomor 6 Terancam Penjara jika Lupa Ultah Istri

Alifia Nur Faiza
Peraturan paling aneh di dunia (Foto: Indiantimes)

3. Dilarang Memanjat Pohon di Oshawa, Kanada

Salah satu kota di Kanada, Oshawa, memberlakukan undang-undang yang melarang penduduknya memanjat pohon di taman kota. Peraturan ini juga mencakup larangan menempelkan atau menempatkan beda apa pun di pohon-pohon yang termasuk properti kota. Diskusi Hukum Kanada mengatakan, peraturan ini dibuat untuk mencegah warga mencoba bertindak seperti Spiderman dan dicanangkan demi keselamatan warga.

4. Harus Tes DNA jika Tidak Membersihkan Anjing, Pulau Capri

Pemilik anjing yang tinggal di Pulau Capri, yang termasuk ke dalam bagian negara Italia, harus memastikan anjing mereka tidak buang air sembarangan di jalan. Jika ditemukan kotoran anjing di jalanan umum, maka pemerintah akan melacaknya dengan tes DNA dan pemilik anjing akan didenda sebesar 2.000 euro.

5. Dilarang Membilas Toilet pada Malam Hari, Swiss

Biasanya kita suka terbangun pada malam hari untuk buang air ke kamar mandi. Tapi jika tinggal di Swiss, alih-alih menyiram toilet seusai buang air kecil, sebaiknya biarkan saja toilet sampai pagi hari. Karena flushing atau membilas toilet lewat dari jam 10 malam dianggap sebagai polusi suara berdasarkan undang-undang negara tersebut.

6. Lupa Ulang Tahun Istri Bisa Terancam Penjara, Samoa

Samoa adalah negara kepulauan mini yang ada di Oseania. Di negara kecil ini, terdapat peraturan yang aneh, tapi juga terbilang bijaksana. Di sana, seorang suami tidak boleh melupakan hari ulang tahun istrinya, dan suami memberikan alasan yang masuk akal dan ganti rugi kepada istri. Jika istrinya melaporkan hal ini kepada polisi, maka siap-siap saja dia akan dijebloskan ke penjara.

7. Dilarang Memberi Makan Merpati di Venesia, Italia

Pada tahun 2008, pemerintah Italia memberlakukan larangan pemberian makan merpati di Lapangan St. Mark yang terkenal akan kawanan burungnya. Jika ada pengunjung yang melanggar, maka mereka akan didenda sebesar 700 euro. Peraturan tersebut dibuat karena kebiasaan memberi makan burung merpati ini dipercaya bisa menularkan penyakit, sekaligus pula melindungi monumen di lapangan tersebut.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
6 jam lalu

Tak Sekadar Seru, Wahana Modern Kini Jadi Magnet Wisata Keluarga

27 hari lalu

Bangga! Indonesia Diakui sebagai Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia

27 hari lalu

Indonesia Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim, Kalahkan UEA!

6 bulan lalu

Bali Dinobatkan Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026, Kalahkan Paris dan Roma

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal