Pertanyaannya ini kemudian dijawab dan dibenarkan oleh lelaki yang menjaga pos tiket masuk. Menurut pria tersebut dengan harga itu Deko tak perlu melakukan transaksi atau membayar apa pun setibanya di lokasi air terjun.
Mengejutkannya lagi, dengan harga yang dipatok tersebut, telah ditemukan beberapa turis mancanegara yang rela membayar sebanyak dua kali lipat atau Rp600.000. Tidak hanya Deko, ternyata berdasarkan ulasan dari Google review banyak wisatawan lokal yang mengeluhkan harga tiket masuk air terjun yang bisa dibilang tidak masuk akal.
"Lihat nota bule, ada yang bayar Rp600.000, ngelihat review di Google orang juga pada komplain. Maksud gue, bule Rp300.000 per orang aja udah mahal," kata Deko.
Dia mengaku sedih karena tujuan awalnya datang ke tempat tersebut adalah untuk mendukung komunitas lokal, namun setelah mengetahui harga tiket masuk yang dikenakan cukup mahal, dia memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke salah satu air terjun populer di Bali ini.
Namun, warganet menjelaskan rute yang dilalui Deko adalah salah. Sebagian lainnya juga menuturkan jika untuk warga Bali perlu menunjukkan identitas berupa KTP agar tidak dikenakana biaya tinggi, tidak menggunakan turis juga jadi salah satu cara menurunkan harga tiket masuk.