“Kita juga harus menjadi kreator. Salah satu yang harus diubah adalah beradaptasi dengan pola pikir orangtua. Jauhkan stigma bermain gim itu buruk,” ujar Rizki.
Rizki Natakusumah, juga turut berupaya menumbuhkan minat anak muda dengan menyelenggarakan kompetisi e-sport, 25-28 Maret.
Turnamen bertajuk RN E-sports Championship Pandeglang Season 1 ini bergulir dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-14. "Akan ada tiga cabang gim yang dipertandingkan dalam kompetisi besok, yaitu Mobile Legend dan PUBG di handphone, serta PES di console PS4,” kata Rizki.
Ricky Setiawan, CEO GGWP.id mengatakan, Indonesia memiliki 44,2 juta pemain gim e-sport. Jumlah ini diyakini akan mengalami pertumbuhan mencapai 37 persen dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara.
“Usia (pemain) kebanyakan 13-24 tahun. Bagi yang di bawah 13 tahun enggak main gim e-sports karena terlalu kompleks dan ribet. E-sports bukan hanya membutuhkan keterampilan main gim, tapi juga bersosialisasi yang baik, bekerja sama dengan tim,” katanya.
Dennis Adishwara selaku public figure menilai, orangtua tidak perlu khawatir anaknya berkecimpung di e-sports. Menurutnya, ada beberapa jalur pendapatan yang bisa diraih.
"Hak tayang konten atau turnamen misalnya. Tim e-sports umumnya memiliki channel YouTube dan bisa mendapatkan AdSense," kata Dennis.