Posisi blandongan berada di bagian depan rumah dengan posisi atap bertemu dengan atap bangunan utama di bagian bawah tempat pertemuan air hujan sebelum jatuh ke tanah.
Dalam tradisi masyarakat tempo dulu blandongan difungsikan sebagai teras rumah untuk menerima tamu. Selain itu dilengkapi bale atau balai panggung untuk tempat santai penghuni dan bercengkerama dengan tetangga.
Jika pemilik rumah memiliki bayi, blandongan bisa difungsikan tempat ayunan sambil orang tua melakukan aktivitas lain. Bisa juga kalau tempat membuat dodol menjelang hari raya atau tempat hajatan kala menikahkan anak.
Dengan kata lain, blandongan merupakan area publik dan serbaguna bagi sang pemilik rumah. Blandongan ini menjadi ciri khas rumah warga Betawi Ora yang tidak dimiliki rumah warga Betawi Kota maupun etnis Sunda