Sandiaga Uno Ingin Kain Songket Khas NTB Tembus Pasar Global

Vien Dimyati
Kain songket khas NTB akan dipromosikan hingga mancanegara (Foto: Kemenparekraf)

“Saya berharap tenun di sini tidak hanya tergantung wisatawan yang datang saja, melainkan seluruh Indonesia bahkan internasional bisa membeli hasil karya tenun Desa Sukarara dan Desa Sade tanpa harus datang kesini," kata Hari. 

Hari Sungkari mengungkapkan ada rasa bangga tersendiri ketika produk kreatif lokal Indonesia mampu menembus pasar internasional dan go digital. "Selain itu, kita juga punya program agar tenun ini bisa ready to wear, seperti tas atau sepatu. Karena melalui fesyen ini tenun bisa dikenal hingga seluruh dunia,” katanya. 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di kesempatan yang sama, menjelaskan, kendala pelaku ekraf di tengah pandemi saat ini adalah terkait pemasaran. Pemprov NTB sendiri sebelumnya telah meluncurkan program NTB Shop dalam membantu para pelaku ekonomi kreatif di NTB dalam memasarkan produk. 

"Jadi Pemda mengambil semua produk-produk UMKM dan kita distribusikan melalui Bumdes atau melalui atau melalui platform kita. Jadi kita bisa belanja. Sehingga apabila sudah terbentuk pasarnya dan adanya feedback peningkatan kualitas, bisa didistribusikan ke luar NTB,” ujarnya. 

Terkait dengan penyelenggaraan event, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani menuturkan, Kemenparekraf memiliki program jangka pendek yang tahun lalu pernah diselenggarakan di Bali yaitu “We Love Bali”. Program ini bertujuan untuk menggerakan wisatawan lokal untuk berkunjung di destinasi yang ada di daerah tersebut. 

Rencananya tahun ini program tersebut juga akan diadakan di NTB yang diberi tajuk "We Love Lombok Sumbawa".

“Kita akan bekerja sama dengan menggandeng indsutri lokal, guide lokal, rumah makan lokal. Selain itu, kami juga akan mengajak key opinion leader untuk bersama-sama mempromosikan program tersebut,” kata Rizki.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bangga! Indonesia Diakui sebagai Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia

57 tahun lalu

Indonesia Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim, Kalahkan UEA!

57 tahun lalu

Bali Dinobatkan Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026, Kalahkan Paris dan Roma

57 tahun lalu

Di Balik Sunyi Puhsarang, Destinasi Religi Menyimpan Jejak Sejarah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal