"Kerja sama ini bukan sekadar soal pelestarian cagar budaya, melainkan penanda bahwa Prambanan kini menempati posisi yang jauh lebih strategis dalam hubungan luar negeri Indonesia," tulis Kadek dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Menurut dia, sejak ditetapkan sebagai pusat rumah ibadah umat Hindu Indonesia dan dunia pada 2022, Prambanan mulai diarahkan untuk menjalankan fungsi yang lebih beragam, mulai dari wisata religi, penguatan hubungan budaya dengan negara lain, hingga memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang mampu menjaga warisan budaya Hindu di tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam.
Peran tersebut juga terlihat dari semakin aktifnya penyelenggaraan kegiatan keagamaan dan budaya di kawasan candi. Salah satunya melalui Shiva Festival International 2026 yang berlangsung selama satu bulan sebagai forum budaya dan spiritual berskala internasional.
Data kunjungan wisata religi ke Prambanan juga menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Jumlah kunjungan tercatat mencapai 23.090 orang pada 2023, meningkat menjadi 25.427 orang pada 2024, dan kembali naik menjadi 25.675 orang sepanjang 2025.
Kadek menjelaskan, dalam kajian heritage diplomacy, warisan budaya tidak lagi dipandang hanya sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen diplomasi antarnegara.