Pesona Gunung Lumut, Negeri Dongeng di Timur Belitung yang Dipeluk Kabut

Dimas Andhika Fikri
Pesona Gunung Lumut (Foto: Dimas Andhika Fikri)

“Biasanya kami menyambut tamu dengan minuman tradisional, lalu istirahat sambil memperkenalkan alat musik dan permainan lokal. Setelah itu trekking ke zona lumut, lalu ke puncak. Biasanya yang ikut senang karena alami, tidak dibuat-buat,” jelas Kristianto.

Bagi yang ingin menikmati pengalaman lebih lama, tersedia paket camping dengan harga yang sama—sudah termasuk tenda, matras, sleeping bag, dan lampu tenda. Bahkan bisa dipesan untuk grup hingga 80 orang.

Meski belum ramai dikenal dunia internasional, Gunung Lumut pernah dilirik oleh tim National Geographic yang menilai kawasan ini sangat cocok untuk pasar wisata luar negeri berkat keaslian dan kelestarian ekosistemnya. Namun, sejauh ini, kunjungan masih didominasi wisatawan lokal dan regional, rata-rata sekitar 10 rombongan besar setiap tahunnya.

Lebih dari sekadar objek wisata, Gunung Lumut menjadi laboratorium alam dan ruang belajar hidup yang otentik.

“Di sini kita enggak cuma trekking, tapi belajar hidup dari alam dan masyarakatnya," tutup Kristianto.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bukit Peramun Tawarkan Sensasi Hutan yang Indah, Turis Malaysia dan Singapura Dibidik!

57 tahun lalu

Bukan Sekadar Tinju! Piala Danlanud 2026 Ubah Belitung Jadi Magnet Wisata Olahraga

57 tahun lalu

Slow Travel ke Bhutan, Layak Jadi Tujuan Liburan Berikutnya!

57 tahun lalu

Pramono Ungkap Jumlah Pengunjung Tempat Wisata di Jakarta Naik saat Libur Lebaran, Ragunan Tertinggi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal