Regina Safri, wildlife photographer & enviromentalist mengatakan, foto Komodo menyemburkan air liur sangat unik. Sebab, dia sering melihat Komodo tapi yang menyemburkan air liur tidak ada.
"Foto komodo itu kan banyak banget, cuma kita tertarik air liurnya. Mendapatkan ngejepret air liur sedetail itu kita jarang nemuin dan aku seumur hidup belum pernah melihat. Kami para juri melihat air liurnya itu sangat clear dan racunnya kan di situ. Kebanyakan foto yang kita terima itu yang lidah melet, ini ada liurnya dan beda. Jarang banget kita menemukan yang liurnya sejernih dan se-clear ini," kata Regina.
14.786 Karya Foto Menuju Perubahan Positif
Antusiasme masyarakat tak henti-hentinya terasa pada sepanjang rangkaian IAPVC 2023, dimulai sejak roadshow di tiga kawasan konservasi: Taman Safari Bogor, Taman Safari Solo, dan Taman Safari Prigen, hingga akhir batas masa pendaftaran. "Kami sangat tersentuh melihat respons luar biasa ini," ujar Hans Manansang.
Hans menambahkan, hingga akhir September 2023, tercatat lebih dari 14.786 karya dari total keseluruhan peserta yang masuk proses kurasi, di mana sekitar 4.000 karya di antaranya didapat dari rangkaian roadshow. Pencapaian yang jauh melampaui target ini menjadikan IAPVC 2023 menjadi perhelatan terbesar dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraannya.
"Hal tersebut juga membuktikan ajang seperti ini dapat berpeluang besar dalam mendorong aksi nyata pelestarian satwa,
yang semakin mendesak di Indonesia dan seluruh dunia," kata dia.