Ini melibatkan penggunaan bahan-bahan organik, daur ulang, dan bahan-bahan alami yang lebih berkelanjutan. Bahan-bahan seperti katun organik, rami, serat bambu, dan sutra non-kimia semakin populer di kalangan desainer yang peduli dengan lingkungan.
Salah satu desainer yang menerapkan sustainable fashion adalah Tities Sapoetra. Pada ajang Jakarta Food and Fashion Festival (JF3) di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, pembawa acara, aktor, pemain variety show TV, dan pemain sinetron itu menggelar peragaan busana koleksi bertajuk "NALA".
Menggunakan 70 persen bahan organik, Tities berupaya untuk mensupport sustainable fashion dalam berkarya. Ada dua bahan yang menonjol dalam koleksinya, yaitu canvasorganic dan cotton organic. Kedua bahan tersebut telah didaur ulang sedemikian rupa, sehingga limbah dari kain tersebut tidak merusak ekosistem Bumi. Bahkan, air limbah daur ulang tersebut dapat diminum oleh manusia.
Pada gelaran tersebut, Tities memamerkan 40 koleksinya yang berbahan organik. Nuansa look dari NALA terlihat menonjol pada pop up print batik Afrika dan dipersembahkan dari second line brandnya yakni TS The Label.
"70 persen menggunakan kain organik. 15 (model) cowok dan sisanya cewek. Kalau TS the Label kan mostly dia punya signature-nya itu hitam-putih, itu tetap ada tapi karena aku terinspirasi dari print batik Afrika jadi akan ada nuansa pop up-nya gitu, jadi lebih menonjol lebih pop up gitu warnanya," ujar Tities.