Satu-satunya hal yang dapat menghilangkan kekebalannya adalah membunuhnya dengan cara digantung. Para kolonial Belanda menghabisi nyawanya digantung di atas pohon beringin yang berada di alun-alun.
Adapula versi lainnya yang menjelaskan makam itu merupakan milik seorang tokoh sakti mandraguna Ragasemangsang yang hanya bisa meninggal dengan cara digantung atau tak menyentuh tanah.
Masyarakat pun menganggap makam ini keramat. Tak jarang orang sekitar atau dari luar daerah mendatanginya dan menyajikan sesajen di makam itu.
Lebih anehnya, pemerintah telah berupaya beberapa kali memindahkan makam tersebut. Namun setiap usahanya selalu gagal. Banyak hal yang menyebabkannya, mulai dari mimpi aneh dan kejadian tak logis yang dialami petinggi daerah itu.