Mengintip Keindahan Karimunjawa, Bisa Jadi Role Model Investasi Terpadu

Vien Dimyati
Tanaman mangrove tumbuh subur di sekitaran areal tambak udang (Foto: MAI)

"Dalam kaitannya dengan limbah, perlu diberikan penekanan, sebutan limbah dalam konteks tambak adalah limbah organik, nonkimia. Itulah sebabnya, limbah dari aktivitas para petambak udang itu justru banyak dicari untuk dijadikan sebagai pupuk. Baik itu oleh petani rumput laut, maupun petani tanaman darat, seperti kelapa sawit,” ujar dia.

Terkait dampak buangan limbah tambak, Atjo menyebut perlu ada keterlibatan pemerintah pusat untuk memberikan pembinaan sekaligus pembangunan fasilitas. Maka, para petambak memiliki IPAL Komunal yang terkoneksi dengan IPAL masing-masing petambak. Kemudian, dalam konteks Karimunjawa, air buangan dari IPAL Komunal itu bisa dialirkan ke zona pemanfataan Balai Taman Nasional Karimun Jawa (BTN Kj). 

“Ini layak dijadikan proyek nasional lintas sektoral, melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian PUPR, dan Kementerian Pariwisata," kata Atjo.

Dia menambahkan, perlu diketahui, pada 2017 saat momentum awal semi intensifikasi tambak, Karimunjawa menjadi produsen tambak udang dengan kapasitas produksi 1.600 ton per tahun dengan nilai ekspor Rp130 miliar lebih. Ada sebanyak 300 pekerja yang berkenaan langsung dengan sektor itu dan 1.200 pekerja yang terserap secara tidak langsung.

"Jika sektor tambak udang ini bisa disandingkan dengan sektor industri pariwisata yang kini sedang dikembangkan di Karimunjawa. Baik dari aspek agro wisata, aspek kuliner, dan seterusnya. Tentunya itu akan menjadi pilar-pilar ekonomi yang layak diperhitungkan tak hanya bagi masyarakat, melainkan juga daerah atau bahkan nasional,” ujar Atjo.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Masuk Ancol Gratis Mulai 8 Juni 2026, Ini Syaratnya!

57 tahun lalu

Bukit Peramun Tawarkan Sensasi Hutan yang Indah, Turis Malaysia dan Singapura Dibidik!

57 tahun lalu

Indahnya Hutan Adat Imbo Putui, Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

57 tahun lalu

Bali Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Prancis hingga Australia, Ini Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal