Mengintip Desa Unik Menakutkan, Orang Meninggal Diasapi dan Diletakkan di Tebing Curam 

Nurul Amanah
Kiki Oktaliani
Mengintip tradisi mayat asap di Papua Nugini (Foto: Instagram @indoflashlight)

Andrew Nelson, seorang antropolog di Western University di London, Kanada, telah belajar melalui penelitian etnografinya, Suku Angga secara tradisional tidak percaya pada kehidupan setelah kematian. Mereka membuat mumi terutama untuk mengawetkan wajah orang mati. 

Penempatan mumi juga penting bagi Suku Angga, karena tebing menghadap ke lembah tempat Koke ditemukan. Ini memberikan kesempatan untuk menandai wilayah bagi kerabat almarhum yang masih hidup, menurut wawancara Nelson dengan Suku Angga.

Pada akhirnya, Moimango diturunkan dari tebing pada 2010 agar para peneliti dapat menilai upaya restorasi dari dua tahun sebelumnya. Moimango adalah anggota desa terakhir yang dimumikan, dan Gemtasu hampir tidak ingat prosesnya, dia baru berusia 10 tahun ketika dia membantu mumifikasi ayahnya. 

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
20 jam lalu

Tak Sekadar Seru, Wahana Modern Kini Jadi Magnet Wisata Keluarga

3 hari lalu

Destinasi Wisata Indoor Mulai Perhatikan Cat Ramah Lingkungan, Ini Alasannya

22 hari lalu

Hong Kong Jadi Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia 2026, Surga Wisata Halal di Asia!

28 hari lalu

Bangga! Indonesia Diakui sebagai Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal