“Kami tidak dapat mencoba membunuh atau meracuni. Bahkan, jika kami mengikuti cara membuat racun, kami tidak bisa mencobanya,” katanya.
Kawakami mulai berlatih seni Ninjutsu pada usia enam tahun, sebelum berlatih di bawah rezim guru Buddhis, Masazo Ishida. Untuk meningkatkan konsentrasinya, dia akan menghabiskan berjam-jam menatap lilin yang menyala hingga dia merasa berada di dalamnya.
Sementara, untuk mengasah pendengarannya, Kawakami akan berlatih mendengarkan jarum yang dijatuhkan ke lantai kayu di kamar sebelah. Dia juga dilatih untuk menahan panas dan dingin yang ekstrem serta menjalani hari-hari tanpa makanan atau air.
Kawakami sering memanjat dinding, melompat dari ketinggian dan belajar mencampur bahan kimia untuk menyebabkan ledakan dan asap. Meski pelatihan itu terasa sangat sulit dan menyakitkan, namun justru sangat berharga baginya.
"Latihannya sangat sulit dan menyakitkan. Itu tidak menyenangkan tetapi saya tidak terlalu memikirkan mengapa saya melakukannya. Pelatihan dibuat untuk menjadi bagian dari hidup saya," ujarnya.