Ketua Prodi Manajemen Ritel dan Motivator, Amin Hamdat menambahkan, di era internet dan media sosial ini, warganet Indonesia harus mampu meningkatkan kecakapan digital, yakni dengan mengetahui dan memahami ragam maupun perangkat lunak yang menyusun lanskap digital.
Sebagai contohnya, lanjutnya, memanfaatkan fitur proteksi dari serangan siber, optimalisasi mesin pencarian sehingga bisa mampu menyeleksi sekaligus memverifikasi informasi yang tersedia. Selain itu, warganet juga diharapkan dapat mengenal ekosistem transaksi daring yang meliputi pemanfaatan dompet digital, lokapasar, dan transaksi digital agar bisa menghindarkan diri dari potensi yang dapat merugikan.
"Beberapa dampak negatif akibat penggunaan smartphone (gawai) misalnya menjadi kurang peka dalam membaca bahasa tubuh karena interaksi sosial kita semakin jarang atau malas menyapa teman dengan sapaan yang baik," kata Amin Hamdat.
Dia menambahkan, dulu biasanya kita biasa angkat telepon dengan memulainya dengan salam, tetapi sekarang sudah mulai jarang. Inilah mungkin kebudayaan timur atau nilai-nilai Pancasila yang harus dikembalikan, budaya untuk menyapa selamat pagi dan lain sebagainya," tuturnya.
Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.