Menelusuri Kampung China di Manado Membawa Pengunjung ke Masa Lalu 

Subhan Sabu
Kawasan pecinan atau kampung China menjadi destinasi wisata kota di Manado, Sulawesi Utara. (Foto: Subhan Sabu) 

Dari sinilah kemudian mulai bermukim banyak pendatang pendatang yang dari Tiongkok datang berbondong-bondong menetap di sini kemudian mulai menyebar dan sampailah pada saat ini kawasan ini masih disebut dengan Kampung Cina karena baik dari struktur bangunan maupun juga kemudian dibangun kelenteng-kelenteng berikutnya. 

Di Kampung China kurang lebih ada lima klenteng. Kemudian berkembang pada 1955 dan dibangun lagi beberapa klenteng lain termasuk Klenteng Kong Zi Miao dibangun pada 2018 yang diperluas walaupun sudah ditempati sejak 1984. 

"Kawasan kampung China sendiri sudah boleh dikata tidak lagi orang Tionghoa semua karena sudah akulturasi. di sini ada orang Arab yang tinggal ada orang Minahasa sudah campur baur, bahkan sudah terjadi asimilasi, kawin-mawin antar sesama etnis, jadi boleh dikata namanya saja Kampung Cina tapi walaupun masih ada 60 sampai 70 persen orang-orang Cina atau orang Tionghoa tapi boleh dikata sudah banyak juga orang lain yang bukan orang Tionghoa yang ada di kawasan ini," ujar Sofyan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Suasana Meriah Festival Pecinan Imlek 2026 di TMII, Barongsai Jadi Magnet Pengunjung

57 tahun lalu

Libur Imlek, Warga Antusias Datangi Festival Pecinan di TMII

57 tahun lalu

Gunung Ruang Erupsi, 11.615 Warga Tagulandang Akan Dievakuasi ke Manado

57 tahun lalu

Resep Rica-Rica Ceker Pedas Menggugah Selera, Rasanya Bikin Nagih!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal