JAKARTA, iNews.id – Siang itu, langit Jakarta terasa lebih ramah dari biasanya. Di tengah libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, kawasan Kota Tua berubah menjadi panggung besar yang dipenuhi tawa keluarga, derit sepeda ontel warna-warni, hingga kilatan kamera wisatawan yang sibuk memburu sudut paling estetik dari ibu kota lama.
Sejak selepas tengah hari, arus pengunjung terus mengalir dari berbagai arah. Sebagian datang dari kantong parkir di sekitar kawasan wisata, sebagian lainnya turun dari KRL di Stasiun Jakarta Kota dan berjalan kaki menuju pelataran Museum Fatahillah yang siang itu penuh sesak oleh wisatawan.
Namun Kota Tua hari ini bukan sekadar tempat orang berfoto di depan bangunan kolonial. Kawasan bersejarah ini perlahan menjelma menjadi ruang wisata yang memadukan nostalgia, hiburan, dan edukasi dalam satu pengalaman.
Di antara keramaian, sejumlah cosplayer berkostum Noni Belanda hingga tokoh pahlawan nasional menjadi magnet tersendiri. Anak-anak terlihat antusias mengajak berfoto, sementara pasangan muda memilih menyusuri kawasan dengan sepeda ontel sambil menikmati suasana khas Batavia tempo dulu.
Bagi pecinta fotografi dan media sosial, setiap sudut Kota Tua seperti memiliki cerita visualnya sendiri. Mulai dari dinding bangunan tua yang mulai memudar dimakan usia hingga jendela-jendela klasik berarsitektur Eropa, semuanya terasa fotogenik.