Aziz melihat potensi lain dari bangunan ikonik tersebut. Melalui visi barunya, sebagian area Trocadero direncanakan menjadi ruang ibadah bagi komunitas Muslim yang bekerja atau berkunjung ke kawasan tersebut.
Rencana awalnya adalah membangun masjid dengan kapasitas sekitar 1.000 jamaah. Namun proyek tersebut sempat menuai protes dari sejumlah kelompok sayap kanan serta memicu kekhawatiran sebagian masyarakat.
Kontroversi itu membuat proses pembangunan tidak berjalan mudah. Meski begitu, Aziz tidak menghentikan langkahnya.
Melalui lembaga filantropinya, Aziz Foundation, dia melakukan pendekatan yang lebih inklusif kepada masyarakat dan pemerintah setempat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah merevisi rencana pembangunan.
Kapasitas masjid akhirnya dikurangi menjadi sekitar 390 jamaah. Penyesuaian ini dilakukan untuk meredakan kekhawatiran publik sekaligus memastikan fasilitas tersebut lebih fokus melayani kebutuhan komunitas lokal.