Ni Wayan Giri berharap seluruh masyarakat Indonesia, khususnya yang tergabung di dalam unsur pentahelix, yaitu akademisi, bisnis, community, goverment, dan media dapat saling mendukung dalam penerapan protokol kesehatan sehingga dapat meningkatkan keyakinan wisatawan untuk berkunjung kembali ke Indonesia. Kehadiran pejabat UNWTO secara langsung ke Bali adalah bukti nyata, tahapan persiapan pembukaan kembali Bali untuk wisatawan internasional telah dilaksanakan dengan benar.
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemenlu, Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan, dukungan dan kerja sama multilateral memainkan peranan penting, khususnya dalam pembangunan semua sektor termasuk pariwisata global di masa pandemi ini.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kemenlu dan Kemenparekraf bekerja sama dengan UNWTO telah melaksanakan seminar bertajuk “Capacity Building Workshop on Restarting International Tourism in Bali”. Seminar ini untuk membahas strategi pemerintah dalam upaya membuka kembali pariwisata, meliputi perumusan kebijakan, prosedur, sarana dan prasarana kesehatan, serta protokol keimigrasian di masa adaptasi kebiasaan baru.
Febrian menambahkan, Press Briefing Update on Bali Tourism juga merupakan upaya Kemenlu dalam memberikan dorongan dan menumbuhkan dukungan publik, baik domestik maupun internasional bagi proses revitalisasi pariwisata Bali.
“Kami berharap melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, Indonesia dapat menunjukkan kesiapannya untuk menerima kembali wisatawan mancanegara dengan tetap memerhatikan aspek kesehatan dan keselamatan,” kata Febrian.
Sementara itu, Director for Asia and the Pacific UNWTO, Harry Hwang menyampaikan penghargaannya atas upaya-upaya pemerintah Indonesia dalam menyiapkan destinasi pariwisata di masa pandemi ini dan penerapan protokol kesehatan CHSE merupakan terobosan yang sangat tepat.
Harry juga berharap dukungan yang diberikan, serta kerja sama yang terjalin antara Indonesia dengan UNWTO untuk membuka kembali perjalanan wisata bagi mancanegara bisa menjadi contoh yang baik bagi negara-negara tetangga dalam mengembangkan dan memulihkan sektor pariwisata di masa pandemi.