Kemenparekraf Kembangkan 19 Desa Wisata Danau Toba

Djairan
Kemenparekraf) mengembangkan 19 desa di kawasan Danau Toba, Sumtera Utara, menjadi desa wisata. Desa-desa tersebut tersebar di enam kabupaten. (Foto: Antara)

Sebanyak.19 desa yang tengah dikembangkan itu di kawasan Danau Toba itu memiliki keunikan dan daya dukung tersendiri. Desa Wisata Huta Ginjang di Tapanuli Utara misalnya, memiliki potensi wisata seperti panorama keindahan danau dari ketinggian 1.637 mdpl dengan kontur bukit menghijau, olahraga paralayang, gantole dan motorlayang, wisata religi sekaligus kawasan outbond, produsen kopi di Sumatera Utara, serta budaya sejarah Raja Parbaringin dan situs-situs budaya Desa Huta Ginjang.

Desa Wisata Dolok Martumbur juga memiliki potensi view Danau Toba dari ketinggian. Bahkan, desa itu terpilih sebagai village business park dari Kementerian Desa PDTT dan sudah terdapat sepuluh rumah yang diusulkan menjadi homestay (bedah rumah PUPR).

Destinasi wisata Sibandang juga memiliki potensi sejarah Kerajaan Djaihoetan beserta peninggalannya, lokasi desa wisata di pulau terpencil, sudah pernah dikunjungi wisman, dan sudah terdapat 35 homestay. Sementara Desa Wisata Hutanagodang memiliki sejumlah potensi di antaranya kampung tenun ulos tradisional dengan tradisi menenun di bawah rumah tradisional, wisata edukasi menenun ulos, motif kain limited edition dan cita rasa kopi robusta Desa Hutanagodang.

Sub Koordinator Area I A Kemenparekraf Andhy Marpaung saat memberikan sambutan. (Foto: Kemenparekraf)

Desa Wisata Marbun Toruan memiliki potensi event 'mangebang' (memestakan peluncuran kapal), memiliki akses pelabuhan dan kedekatan lokasi dengan Istana Sisingamaraja. Begitu juga Desa Wisata Tipang memiliki keunggulan tracking air terjun Sipultak Hoda. Desa wisata ini memiliki pengelompokkan wisata seperti air, agro, ekstrem atau petualangan dan sejarah. Ada pula komunitas raja Napitu, air terjun yang mengairi seluruh persawahan dan kuliner khas ikonik.

Selain itu, Desa Wisata Nagasaribu I juga memiliki potensi berupa hasil kopi yang sudah terkenal, rutin dikunjungi wisman, serta memiliki paket wisata pengolahan kopi (agrowisata). Sedangkan Desa Wisata Pearung memiliki potensi dataran tinggi yang menjadi bukti letusan dahsyat 74 ribu tahun lalu, pemandangan Danau Toba dari Sipinsur, agrowisata jeruk, kopi, pearung dan andaliman serta makanan khas Limi-limi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
6 hari lalu

Nicholas Saputra Kagum Mahasiswa Sekarang Tak Hanya Pintar, tapi Mau Turun Membangun Desa

13 hari lalu

Nicholas Saputra Jadi Juri di Ajang Genera-Z Berbakti 2026, Soroti Isu Desa Wisata!

27 hari lalu

4 Desa Wisata Diperebutkan Mahasiswa dari 8 Kampus Terbaik Indonesia, Ini Alasannya!

2 bulan lalu

Indahnya Hutan Adat Imbo Putui, Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal