Kampung Unik di Sumatera Barat, Perempuan Ingin Tampil Cantik Akan Runcingkan Gigi

Novie Fauziah
Mengintip keunikan suku Mentawai di Sumatera Barat (Foto: YouTube Paulus Mentawai)

Dilakukan oleh profesional 

Adapun proses kerik gigi harus dilakukan oleh orang yang sudah profesional, dalam artian tidak sembarangan bisa melakukannya. Biasanya tradisi ini dikerik oleh ketua adat, alat yang digunakan adalah besi atau kayu yang sangat tajam. Nantinya, satu persatu gigi wanita yang sudah menikah itu akan dikerik hingga runcing. Menariknya lagi, proses tersebut dilakukan begitu saja, tanpa adanya pembiusan atau diberi obat pereda nyeri lebih dulu.

Sementara, untuk waktu pengerikan gigi, dilakukan sekitar 30 menit. Wanita yang giginya dikerik harus menahan rasa sakit 
dengan mengigit pisang hijau. Dari menahan sakit ini juga diyakini sebagai proses penemuan jati diri.

Hampir punah 

Seiring pergantian zaman, kini tradisi kerik gigi oleh wanita Suku Mentawai tidak lagi diwajibkan seperti dulu. Hal itu berkaitan, karena dibutuhkan juga persetujuan antara si wanita dengan pelaksana ritual. Tradisi ini mulai ditinggalkan oleh wanita suku Mentawai yang sudah mengenal agama.

Agama yang dianut antara lain Kristen Protestan, Kristen Katolik dan Islam. Meski demikian, ada beberapa dari mereka yang tetap menganut Sabulungan. Maka bagi mereka yang masih menganut Sabulungan, diwajibkan melakukan tradisi kerik gigi ini untuk tetap melanjutkan tradisi dalam kepercayaan mereka.

Para wanita Suku Mentawai ini meyakini, jika tradisi kerik gigi akan menghindarkan seseorang dari enam sifat buruk manusia, atau biasa disebut “Sad Ripu”. Serta wanita yang telah melakukan tradisi tersebut diharapkan memiliki keteguhan dan kesabaran yang berlawanan dari enam sifat buruk manusia.

Itulah seputar tradisi kerik gigi di Kepulauan Mentawai yang sangat fenomenal.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
9 jam lalu

Tak Sekadar Seru, Wahana Modern Kini Jadi Magnet Wisata Keluarga

2 hari lalu

Destinasi Wisata Indoor Mulai Perhatikan Cat Ramah Lingkungan, Ini Alasannya

12 hari lalu

Pemulihan Pascabencana di Sumbar-Sumut Dikebut, Fokus Normalisasi Sungai dan Perkuatan Tebing

21 hari lalu

Hong Kong Jadi Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia 2026, Surga Wisata Halal di Asia!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal