Ikan hiu paus bahkan menjadi sahabat masyarakat Kwatisore. Ikan-ikan ini juga kerap berenang bersama anak-anak Kwatisore dan wisatawan di pinggir pantai.
Walaupun berukuran besar, ikan hiu paus di perairan kampung tersebut tergolong jinak dan tidak pernah menyerang manusia. Ikan-ikan itu hanya akan mengejutkan nelayan dengan kemunculannya secara tiba-tiba di dekat perahu yang sedang berlayar, sehingga dinamai ‘ikan hantu’.
Masyarakat Kwatisore bahkan menganggap hiu paus sebagai bagian dari mereka yang tidak boleh diburu atau dimakan. Karenanya, komunitas pencinta lingkungan atau satwa liar kerap berkunjung di kampung ini.
Tak hanya di tepi pantai, keindahan juga dapat dilihat di rumah-rumah warga yang tertata dengan rapi. Di sana juga tampak anggrek khas Papua yang mulai punah dibudidayakan oleh penduduk.
Selain anggrek, hewan peliharaan masyarakat Kwatisore juga cukup menarik hati. Pasalnya, beberapa dari mereka memilih untuk memelihara rusa dan buaya muara di dekat rumah.