Kampung Unik di Lombok, Hanya di Desa Ini Warga Tak Boleh Pakai Motor dan Mobil, seperti Ini Suasananya!

Kiki Oktaliani
Kampung unik di Lombok yang indah tanpa kendaraan bermotor (Foto: Instagram @ichsowirso)

Peluang Ekonomi dari Jasa Penyewaan Sepeda

Masyarakat setempat menjadikan peluang atas larangan yang ada dengan menyewakan sepeda kepada wisatawan. Di mana hal tersebut dapat meningkatkan peluang perekonomian masyarakat setempat. Tak hanya sepeda, sebagian wisatawan juga tertarik untuk mencoba mengendarai cidomo. Kusir Cidomo berpeluang mendapatkan Rp200.000 dalam satu kali mengantar wisatawan dari pelabuhan ke lokasi tempat mereka menginap.

Perekonomian Warga Dulunya Lemah

Perekonomian warga setempat mulanya memang tak sebaik saat ini. Meskipun perekonomian sudah berkembang, dan membuat mereka mampu untuk membeli kendaraan bermotor, mereka tetap mempertahankan peraturan adat yang berlaku dengan tak menggunakan kendaraan yang menyebabkan polusi udara.

Motor dan Sepeda Listrik

Larangan menggunakan kendaraan bermotor karena dikhawatirkan bahan bakarnya akan membuat polusi udara, sehingga dipilihkan motor listrik yang lebih ramah lingkungan. Di mana hal ini dapat dimanfaatkan oleh warga dan wisatawan. Provinsi NTB sendiri saat ini sudah memproduksi berbagai merek kendaraan listrik yang dapat dibeli dan digunakan oleh semua orang. Kendaraan listrik ini menjadi salah satu solusi kendaraan yang dapat digunakan dengan cepat.

Daya Tarik Tanpa Kendaraan yang Ramai

Gili Trawangan memberikan magnet tersendiri dari lenggangnya jalanan dari kendaraan bermotor atau mobil. Wisatawan yang datang merasa kawasan tersebut lebih tenang, dan sangat tepat untuk tempat berlibur. Mereka juga merasa senang menggunakan cidomo dan bersepeda di pinggir pantai. Kehidupan di Gili Trawangan terasa lebih lamban, tanpa saling terburu-buru berpacu dengan waktu.

Itulah seputar kampung unik di Lombok yang ada di Gili Trawangan. Wisatawan yang datang ke Gili Trawangan tidak diperbolehkan untuk menggunakan motor atau mobil. Alasan yang paling mendasar dan masih dijaga masyarakat adalah awig-awig yang ada.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hong Kong Jadi Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia 2026, Surga Wisata Halal di Asia!

57 tahun lalu

Bangga! Indonesia Diakui sebagai Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia

57 tahun lalu

Indonesia Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim, Kalahkan UEA!

57 tahun lalu

Menjelajah Glodok Malam Hari, Jakarta Night Market Suguhkan Kuliner dan Hiburan Seru!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal