Kampung Unik di Jogja, Warganya Tidak Ada yang Berani Tidur di Kasur Kapuk 

Kiki Oktaliani
Kampung unik di Jogja (Foto: YouTube)

Konon ceritanya, bagi siapa saja yang berani melanggar akan jatuh sakit atau mendapat celaka. Nama Desa Kasuran, berasal dari kata asor yang dalam bahasa Jawa memiliki arti kekalahan, dan kemudian dinamakan sebagai desa Kashoran atau Kasuran.

Asal usul Dusun Kasuran

Terbentuknya Dusun Kasuran ini tak lepas dari sejarah nenek moyang yang terlebih dahulu menghuni kawasan dusun tersebut. Dari asal usulnya, desa ini memiliki dua versi. Pertama adalah peperangan Pangeran Diponegoro, di mana pada zaman peperangan dahulu beliau mengalami kekalahan atau ashor yang memiliki makna kalah atau kekalahan. 

Sedangkan versi yang kedua adalah, Padukuhan Kasuran ini karena masyarakatnya yang tidak pernah tidur menggunakan kasur kapuk. Hal ini dikarenakan pada zaman dahulu Sunan Kalijaga pernah datang ke padukuhan Kasuran untuk melakukan syiar dan beliau tidur di atas kasur kapuk yang berasal dari pohon randu dan kemudian beliau jatuh sakit. Nama Padukuhan Kasuran ini diambil dari peristiwa antara peperangan Pangeran Diponegoro dan peninggalan Sunan Kalijaga.

"Kalau Nyai Kasur itu berada di Kasuran wetan, sedangkan Kyai Kasur berada di Kasuran kulon. Keduanya pisah karena mungkin ada perselisihan yang tidak terselesaikan," ujar Suparman, Kepala Dusun yang dikutip dari akun YouTube.

Bisa tidur di atas kasur, asalkan bukan dari kapuk pohon randu

Dengan kepercayaan yang ada, masyarakat di dusun ini secara turun temurun tak pernah tidur menggunakan kasur kapuk lagi. Warga desa setempat tidur menggunakan kasur yang berbahan dasar busa atau berupa kasur spring bed. Ada beberapa warga desa yang sempat tak percaya dengan tradisi atau pantangan tersebut, dan melanggar aturan yang ada alhasil dirinya jatuh sakit.

"Saya awalnya gak percaya, terus ada yang coba tidur menggunakan kasur kapuk, tetapi malah jatuh sakit dan tak bisa bangun. Entah di bawahnya ada ular, dan lai sebagainya. Nah mulai dari situ saya percaya dan gak mau pakai kasur kapuk” kata Putri Agustina salah satu warga dikutip dari YouTube.

Itulah keanehan kampung unik di Jogja yang bisa dijelajahi.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Indahnya Hutan Adat Imbo Putui, Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

57 tahun lalu

Bali Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Prancis hingga Australia, Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Melonjak, Wisatawan Malaysia Mendominasi!

57 tahun lalu

35.000 Orang Liburan Iduladha 2026 ke Ragunan, Healing Sat Set Favorit Warga Jabodetabek!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal