Kampung Unik di Aceh Penghuninya Bule Keturunan Eropa, Mata Kebiruan dan Cantik

Nurul Amanah
Kampung Unik di Aceh Penghuninya Bule Keturunan Eropa (Foto: Youtube)

Sebagian besar penduduk berambut coklat kebiruan, putih, dan pirang merupakan ciri khas Kecamatan Lamno. Mereka tersebar di beberapa desa yang dulunya termasuk wilayah kerajaan Daya seperti Ujong Muloh, Kuala Daya, Gle Jong, Lambeso, dan Teumarem. Desa-desa ini terletak di pesisir barat Aceh dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Banyak dijumpai orang bermata biru

Di Aceh, Lamno sering dikaitkan dengan beberapa orang bermata biru keturunan Eropa dan keberadaan kuil - makam Poteu Meurehom Daya. Di salah satu gampong Lamno, yaitu Desa Daya, Anda akan menjumpai beberapa orang yang berkulit cerah dan bermata biru. Menurut sejarahnya, Lamno, bahkan sebelum kedatangan Belanda di Aceh, merupakan kota dagang yang memiliki hubungan dagang yang baik dengan negara-negara Eropa seperti Portugal dan Spanyol. 

Saat itu terjadi proses asimilasi dan banyak orang Eropa yang tinggal di sana dan menikah dengan perempuan setempat. Alhasil, hingga saat ini, sebagian keturunan mereka masih bisa dijumpai di antara penduduk Lamno. Selain yang sering hadir di layar kaca, manusia bermata biru di Indonesia ada di Aceh. Beberapa gadis muslimah di Aceh memiliki mata yang kecokelatan dan juga berambut pirang. Konon, mereka adalah keturunan Portugis yang pernah singgah di Aceh.

Asal usul mata biru

Ada dua versi cerita yang mengungkap asal usul Bule Lamno ini. Versi pertama menyebutkan, keturunan bermata biru ini berasal dari penjajahan Portugis di Aceh pada awal abad ke-16. Ketika bangsa itu akan mencari rempah-rempah di Indonesia mereka masuk ke Aceh dan akhirnya menetap di sana. Beberapa pria dari tentara menikahi gadis Aceh dan akhirnya menghasilkan keturunan dengan mata biru kecokelatan yang indah.

Selanjutnya versi kedua menjelaskan, keturunan si mata biru bernama Bule Lamno bermula ketika kapal perang Portugis terdampar di Aceh. Saat itu Raja Daya menangkap siapa saja yang masih hidup. Kalau mau ditolong harus masuk Islam, tapi kalau menolak dipersilakan kembali ke laut. Dari sini laki-laki Portugis menikah dan menghasilkan banyak keturunan.

Jumlah orang bermata biru menipis 

Saat Aceh dilanda tsunami beberapa tahun lalu, banyak Bule Lamno ini yang akhirnya berpindah ke berbagai tempat. Rata-rata mereka memilih tinggal di kota yang mudah dijangkau. Bahkan, banyak dari keturunan ini yang hilang dan meninggal. Tercatat tak lebih dari 40 persen warga keturunan Portugis yang tersisa yang berhasil bertahan hidup. Akhirnya mereka memilih untuk meninggalkan kampung halaman tempat tinggal mereka dan memilih pergi ke daerah lain dengan komunitas kecil yang mereka bentuk.

Itulah seputar Kampung unik di Aceh yang dihuni perempuan cantik dengan mata berwarna biru.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Indahnya Hutan Adat Imbo Putui, Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

57 tahun lalu

Bali Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Prancis hingga Australia, Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Melonjak, Wisatawan Malaysia Mendominasi!

57 tahun lalu

35.000 Orang Liburan Iduladha 2026 ke Ragunan, Healing Sat Set Favorit Warga Jabodetabek!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal