Di awal pertemuan, Krzyzak membutuhkan bantuan staf walau hanya sekadar untuk mencapai kamarnya. Melihat hal itu, staf menawarinya untuk bantuan dokter, tapi si bule menolak bantuan medis. Krzyzak hanya minta dibawakan buah ke pintunya.
Selama beberapa hari berikutnya, ia hampir tidak pernah meninggalkan kamar. Kekhawatiran meningkat ketika seorang kenalan setempat, yang mengelola kafe vegan mentah di Ubud, menghubungi pihak resor setelah kehilangan kontak dengannya. Staf menemukan jasad Krzyzak di kamarnya tiga hari kemudian.
Lahir di Warsawa, Krzyzak pindah ke Inggris pada usia 18 tahun untuk kuliah di Universitas Leeds, tempat ia mengembangkan minat pada yoga dan veganisme. Ia kemudian menganut diet buah-buahan setelah bertemu dengan orang lain di komunitas vegan mentah.
Meskipun orang tuanya mendesak untuk berobat, dan ia sempat menjalani perawatan rawat inap karena gangguan makan pada tahun 2018, ia segera kembali ke diet ketatnya.
Di dunia maya, Krzyzak rutin mengunggah foto-foto mangkuk smoothie dan berpartisipasi dalam sesi siaran langsung, di mana pemirsa sering memuji penampilannya meskipun kesehatannya memburuk.