“G2 Arena juga tampil beda dari event-event e-sport yang telah ada karena adanya sesi voting dengan Qris untuk memenangkan “wild card”. Wild Card ini akan digunakan oleh tim / squad untuk masuk ke babak berikutnya, jadi semacam akses sakti,” ujar Mario.
Sementara, Head of Tech Digikagi Hendy Sofjan mengatakan, akan ada vtubers dan influencers yang ikut meramaikan G2 Arena. Selain itu, turnamen e-sport khusus virtual content creator bertajuk Digikagi Virtual Championship (DVC) juga akan menjadi bagian dari rangkaian acara G2 Arena. "Kami sangat mengedepankan Inklusivitas di G2 Arena. Inklusivitas yang dimaksud tidak hanya sebatas gamers melainkan semua dapat berpartisipasi pada event ini,” kata Hendy.
Dalam event terbesar e-sport di Indonesia ini, Netzme berkolaborasi sebagai promotor, penyedia sistem IP, penyedia sistem pembayaran untuk G2 Arena dan sistem voting untuk G2 Arena.
CEO PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) Vicky G. Saputra menyampaikan merasa senang dapat berkontribusi kembali pada event karena-event seperti ini. “Kami sangat senang dapat ikut serta pada event seperti ini dalam menyediakan sistem pembayaran berbasiskan Qris, voting dan platform teknologi lainnya yang dibutuhkan oleh penyelenggara untuk mendukung optimalisasi penyelenggaraan G2 Arena.
Event seperti ini dapat menjadi salah satu roda penggerak ekonomi digital dan salah satu tujuan pariwisata kreatif Indonesia. “Semua ini kami lakukan sebagai bagian strategi perluasan pengalaman penggunaan dan pemanfaatan Qris, khususnya bagi komunitas dari industri kreatif yang sedang berkembang pesat di Indonesia, sekaligus mendukung lebih lagi program Bank Indonesia sehubungan perluasan pemanfaatan kesuksesan. Kami siap berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menyukseskan program ini,” tutur Vicky.