Doa dan Pantangan Tari Jaipong, Ritual Mengikat dalam Seni

Annastasya Rizqa
Dalam tradisi Sunda, sering kali Tari Jaipong dipercaya perlu diawali doa sebagai bentuk penghormatan kepada karuhun atau roh leluhur. (Foto: SMN)

Bang Robby menjelaskan bahwa ada pantangan yang kerap diingatkan kepada para penari. Mereka tidak boleh berkata kasar, tidak boleh sombong, dan harus menjaga niat. Konon, jika dilanggar, penari bisa tiba-tiba lupa gerakan, merasa tubuhnya berat, hingga mengalami kesurupan di atas panggung.

Gendang sebagai instrumen utama pun dipercaya memiliki “isi”. Pemain kendang harus menjaga sikap dan ucapan, karena alat musik itu dianggap bukan benda biasa.

“Budaya itu bukan hanya soal estetika, tapi juga etika,” ujar Robby Purba.

Menurutnya, cerita-cerita tersebut mungkin tak semua orang percayai. Namun nilai yang terkandung di dalamnya adalah penghormatan, terhadap seni, terhadap leluhur, dan terhadap ruang pertunjukan itu sendiri.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Seleb
6 jam lalu

Sinopsis Sinetron 99 Nama Cinta Eps 7: Difitnah Cyntia, Talia Dipindahkan ke Program Kuliah Subuh

Destinasi
2 jam lalu

Panggung Desa dan Penunggu Tak Terlihat, Sisi Lain Pertunjukan Jaipong

Destinasi
4 jam lalu

Kiriman Gaib Tak Terlihat, Dendam Merenggut Keutuhan Keluarga

Destinasi
5 jam lalu

Di Antara Arus dan Ajal, Ketika ABK Kapal Cumi Bertarung dengan Takdir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal