Doa dan Pantangan Tari Jaipong, Ritual Mengikat dalam Seni

Annastasya Rizqa
Dalam tradisi Sunda, sering kali Tari Jaipong dipercaya perlu diawali doa sebagai bentuk penghormatan kepada karuhun atau roh leluhur. (Foto: SMN)

Bang Robby menjelaskan bahwa ada pantangan yang kerap diingatkan kepada para penari. Mereka tidak boleh berkata kasar, tidak boleh sombong, dan harus menjaga niat. Konon, jika dilanggar, penari bisa tiba-tiba lupa gerakan, merasa tubuhnya berat, hingga mengalami kesurupan di atas panggung.

Gendang sebagai instrumen utama pun dipercaya memiliki “isi”. Pemain kendang harus menjaga sikap dan ucapan, karena alat musik itu dianggap bukan benda biasa.

“Budaya itu bukan hanya soal estetika, tapi juga etika,” ujar Robby Purba.

Menurutnya, cerita-cerita tersebut mungkin tak semua orang percayai. Namun nilai yang terkandung di dalamnya adalah penghormatan, terhadap seni, terhadap leluhur, dan terhadap ruang pertunjukan itu sendiri.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
23 jam lalu

Sinopsis Terlanjur Mencintaimu Eps 15: Rendi Panik Mengetahui Arumi Masih Hidup

23 jam lalu

Sinopsis Sinetron Tobat Jatuh Cinta Eps 26: Warga Kampung Sindang Barang Bersatu Hadapi Teror

2 hari lalu

Mbah Dimas Sebut Ada Public Figure Diduga Pernah Datang ke Gunung Kawi

2 hari lalu

Mbak Dimas Bongkar Mitos Gunung Kawi: Ziarah dan Pesugihan Bukan Tempat Sama!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal