Saur Matua
Dalam upacara kematian, Pohon Hariara digunakan sebagai sarana untuk melakukan upacara adat yang dianggap punya derajat tertinggi, yang dikenal dengan nama Saur Matua. Khususnya bagi orang yang meninggal dan telah memiliki keturunan dan cucu, baik dari anak laki-laki maupun dari anak perempuan.
Masyarakat Batak sangat percaya jika penting untuk melestarikan Pohon Hariara di kampung, bagaikan pemersatu. Tak hanya itu, ritual-ritual adat tertentu dilakukan di bawah pohon ini. Salah satunya adalah ritual Manguras Tao yang dilakukan oleh masyarakat Desa Situngkir, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.