Cindy Rianti Priadi, Kepala Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Indonesia (TL UI) mengatakan, program edukasi Pahlawan Cilik Bijak Air berangkat dari kenyataan, ketersediaan, kualitas, dan kesinambungan air merupakan salah satu tantangan besar di Indonesia.
Berdasarkan laporan USAID pada 2021, permintaan air saat ini sudah melebihi pasokan air. Di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, sumur-sumur kering lebih awal pada musim kemarau (USAID, 2021).
"Krisis air ini tidak hanya memengaruhi kebutuhan air sehari-hari, tetapi juga memengaruhi berbagai sektor lain, misalnya sektor pertanian, di mana 17 persen produksi beras Indonesia terganggu. Belum lagi perubahan iklim berkontribusi pada peningkatan frekuensi, intensitas dan durasi bencana air, tidak hanya kekeringan, tapi juga banjir dan kenaikan muka air laut," kata Cindy.
Perlu diketahui Program "Pahlawan Cilik Bijak Air" menggandeng guru-guru tingkat SD dan melibatkan anak-anak usia SD dalam serangkaian kegiatan edukasi yang berlangsung dari September 2023 hingga Maret 2024.
Berfokus pada pemahaman komprehensif tentang air, program ini akan mencakup berbagai aspek, di antaranya manfaat air, karakteristik air, sirkulasi air, permasalahan air hingga solusi atas permasalahan yang ada saat ini. Saat ini juga telah dilakukan kegiatan uji coba dalam bentuk kelas eksperimen sains yang menawarkan pengalaman belajar berbasis proyek bagi siswa SD, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mereka secara cepat mengenai berbagai aspek sumber daya air dan pengelolaannya.