Misteri Mantra Kutukan di Candi Ijo
Candi Ijo memiliki daya tarik yang unik dari bentuk bangunannya. Pada salah satu prasasti yang ditemukan di atas dinding pintu masuk candi terdapat tulisan Guywan, dibaca Bhuyutan yang berarti pertapaan. Prasasti batu yang lain berisi 16 kalimat, berupa mantra kutukan yang diulang-ulang berbunyi Om sarwwawinasa, sarwwawinasa. Prasasti-prasasti tersebut tidak berangka tahun, tetapi ditinjau dari ilmu paleografis, diperkirakan berasal dari abad 8-9 Masehi.
Berada di perbukitan
Candi ijo disebut sebagai candi tertinggi karena memang lokasinya ada di atas bukit yang tingginya mencapai 425 mdpl. Secara keseluruhan, Candi Ijo adalah bangunan teras yang berundak. Bagian terbawahnya berada di sisi sebelah barat dan bagian tertingginya ada di sisi sebelah timur. Hal ini sesuai dengan kontur bukit.
Candi Ijo menjadi salah satu tempat terbaik menikmati matahari terbenam. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang menyempatkan datang hanya berburu pemandangan matahari terbenam dari Candi Ijo saat sore hari.
Kompleks Candi Ijo
Kompleks Candi Ijo merupakan percandian yang berada di atas perbukitan. Situs Candi Ijo berupa lahan berteras-teras yang dikelilingi tebing. Kompleks Candi Ijo terdiri atas 17 struktur bangunan yang tersebar pada 11 teras. Teras paling atas merupakan teras yang paling suci. Pada teras ini terdapat Candi Induk. Di dalam biliknya ada lingga-yoni, melambangkan Dewa Siwa menyatu dengan Dewi Parwati.
Pada dinding luar candi induk terdapat relung-relung berisi arca Agastya, arca Ganesa, dan arca Durga. Di depan candi induk ada tiga candi perwara. Ketiga candi perwara ini menghadap ke timur. Di dalam bilik candi perwara selatan terdapat yoni dan patmasana (meja batu). Candi perwara tengah di dalam biliknya terdapat arca Nandi dan padmasana. Di dalam biliknya terdapat sumuran.