2. Familiar di Kalangan Pendaki
Seperti yang sudah dijelaskan, Edelweis banyak tumbuh subur di berbagai taman nasional dan gunung-gunung yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, tanaman ini sangat familiar di kalangan pendaki.
Di kalangan pendaki, tanaman ini begitu ikonik dan simbol dari ‘keabadian’ hingga cinta yang mewakili perasaan mendalam. Oleh karena itu, bunga ini seolah sangat sakral dan haram untuk dipetik atau dibawa pulang.
3. Dijuluki Bunga Abadi
Bunga Edelweis juga dijuluki sebagai ‘bunga abadi’ karena mempunyai waktu mekar yang cukup lama. Bunga disebut mampu mekar dalam jangka waktu hingga 10 tahun. Hal itu tak lain berkat hormon etilen yang ada pada kelopak bunga Edelweis yang dapat mencegah kerontokan.
4. Dilindungi oleh Undang-Undang
Seperti yang telah disinggung di awal, kelestarian bunga Edelweis masih terjaga salah satunya berkat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Pasal 33 ayat 1 dan 2 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistem. Selain itu, ada juga Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.
5. Mekar antara April-Agustus
Meski dijuluki bunga abadi, Edelweis pada dasarnya juga memiliki waktu mekar yang terbatas. Bunga abadi ini diketahui akan mulai mekar pada bulan April hingga Agustus.