Bhutan Buka Babak Baru Wisata Dunia, Andalkan Konsep Mindfulness dan Turis Berkualitas

Muhammad Sukardi
Bhutan menawarkan wisata mindfull. (Foto: Instagram)
Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan (MOICE) berfoto bersama para Stakeholders pariwisata di Bhutan. (Foto: Istimewa)

Direktur Departemen Pariwisata Bhutan, Damcho Rinzin, menyebut dunia kini mulai mencari pengalaman perjalanan yang lebih bermakna, bukan sekadar destinasi populer untuk berfoto.

"Dan BITM ini bukan sekadar pameran, melainkan pernyataan kepemimpinan Bhutan dalam menghadirkan era baru pariwisata yang penuh kesadaran (mindful), regeneratif, berkelanjutan, dan sangat transformatif di panggung dunia. Platform ini memungkinkan kami untuk menyampaikan kisah kami secara langsung kepada dunia, memperkuat kemitraan, dan membangun hubungan bisnis yang bermakna, langsung di Bhutan," ujar Damcho dalam keterangan resminya, Rabu (13/5/2026).  

Karena itu, Bhutan melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperkenalkan model wisata regeneratif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menjaga identitas budaya negara tersebut.

Tak hanya menyasar pasar wisata mapan, Bhutan juga mulai membuka diri terhadap pasar-pasar baru yang dinilai potensial. Pemerintah berharap BITM dapat melahirkan kolaborasi bisnis jangka panjang sekaligus memperkuat posisi Bhutan di industri pariwisata premium global.

Ketua Asosiasi Operator Tur Bhutan (ABTO), Kinley Gyeltshen, menilai kehadiran platform digital BITM akan membantu Bhutan menjangkau pelaku industri wisata dunia secara lebih luas dan langsung.

"Kami ingin BITM berkembang menjadi platform yang diakui secara global yang menampilkan keunikan nilai Bhutan kepada dunia," ujar Kinley. 

Jika selama ini Bhutan dikenal sebagai negara dengan indeks kebahagiaan tinggi dan alam yang masih terjaga, kini negara tersebut tampaknya ingin naik kelas, yaitu bukan hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga simbol perjalanan yang lebih sadar dan berkelanjutan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Slow Travel ke Bhutan, Layak Jadi Tujuan Liburan Berikutnya!

57 tahun lalu

HUT ke-75, Sumbar Diminta Belajar Konsep Pembangunan ke Singapura dan Bhutan

57 tahun lalu

Kisah Perdana Menteri Bhutan yang Praktik Dokter Setiap Sabtu

57 tahun lalu

Hong Kong Jadi Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia 2026, Surga Wisata Halal di Asia!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal