Karena itu, Bhutan melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperkenalkan model wisata regeneratif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menjaga identitas budaya negara tersebut.
Tak hanya menyasar pasar wisata mapan, Bhutan juga mulai membuka diri terhadap pasar-pasar baru yang dinilai potensial. Pemerintah berharap BITM dapat melahirkan kolaborasi bisnis jangka panjang sekaligus memperkuat posisi Bhutan di industri pariwisata premium global.
Ketua Asosiasi Operator Tur Bhutan (ABTO), Kinley Gyeltshen, menilai kehadiran platform digital BITM akan membantu Bhutan menjangkau pelaku industri wisata dunia secara lebih luas dan langsung.
"Kami ingin BITM berkembang menjadi platform yang diakui secara global yang menampilkan keunikan nilai Bhutan kepada dunia," ujar Kinley.
Jika selama ini Bhutan dikenal sebagai negara dengan indeks kebahagiaan tinggi dan alam yang masih terjaga, kini negara tersebut tampaknya ingin naik kelas, yaitu bukan hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga simbol perjalanan yang lebih sadar dan berkelanjutan.