Bhutan Buka Babak Baru Wisata Dunia, Andalkan Konsep Mindfulness dan Turis Berkualitas

Muhammad Sukardi
Bhutan menawarkan wisata mindfull. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Di saat banyak negara berlomba mendatangkan wisatawan sebanyak mungkin, Bhutan justru memilih jalur berbeda. Negara kecil di kawasan Himalaya itu kini semakin serius membangun citra sebagai destinasi eksklusif yang mengutamakan kualitas wisatawan dibanding jumlah kunjungan massal.

Langkah terbaru itu terlihat lewat penyelenggaraan Bhutan International Travel Mart (BITM) 2026, forum wisata internasional perdana yang akan digelar di Thimphu pada 11–13 Juni 2026. Namun, acara ini bukan sekadar pameran pariwisata biasa.

Menurut laporam Departemen Pariwisata, Kementerian Industri, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Bhutan, negara itu sedang mencoba menawarkan cara baru menikmati perjalanan, yaitu lebih tenang, lebih sadar, dan lebih dekat dengan alam serta budaya lokal. Konsep tersebut menjadi bagian dari strategi besar 'High Value, Low Volume' yang selama ini membuat Bhutan dikenal berbeda dibanding destinasi Asia lainnya.

Melalui BITM, Bhutan ingin mempertemukan operator tur lokal dengan pembeli internasional, sekaligus menunjukkan bahwa pariwisata tidak selalu harus identik dengan overtourism atau ledakan wisatawan.

Sorotan utama dalam agenda ini tertuju pada proyek ambisius Gelephu Mindfulness City (GMC), kawasan masa depan yang digadang-gadang menjadi simbol wisata berbasis mindfulness dan keberlanjutan. Bhutan ingin menjadikan GMC sebagai pusat pengalaman hidup tenang di tengah dunia yang semakin serba cepat.

Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan (MOICE) berfoto bersama para Stakeholders pariwisata di Bhutan. (Foto: Istimewa)

Direktur Departemen Pariwisata Bhutan, Damcho Rinzin, menyebut dunia kini mulai mencari pengalaman perjalanan yang lebih bermakna, bukan sekadar destinasi populer untuk berfoto.

"Dan BITM ini bukan sekadar pameran, melainkan pernyataan kepemimpinan Bhutan dalam menghadirkan era baru pariwisata yang penuh kesadaran (mindful), regeneratif, berkelanjutan, dan sangat transformatif di panggung dunia. Platform ini memungkinkan kami untuk menyampaikan kisah kami secara langsung kepada dunia, memperkuat kemitraan, dan membangun hubungan bisnis yang bermakna, langsung di Bhutan," ujar Damcho dalam keterangan resminya, Rabu (13/5/2026).  

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Destinasi
28 hari lalu

Slow Travel ke Bhutan, Layak Jadi Tujuan Liburan Berikutnya!

Sumbar
6 tahun lalu

HUT ke-75, Sumbar Diminta Belajar Konsep Pembangunan ke Singapura dan Bhutan

Internasional
7 tahun lalu

Kisah Perdana Menteri Bhutan yang Praktik Dokter Setiap Sabtu

Destinasi
8 hari lalu

Menpar Ajak Masyarakat Kunjungi Istano Basa Pagaruyung, Warisan Minangkabau yang Indah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal