Dalam riset The Knot tahun 2022, Gen Z menyadari, pernikahan itu mahal. Meskipun begitu, hampir 80 persen pasangan membuat anggaran kasar untuk pernikahan sebelum melakukan riset mengenai harga vendor, sehingga mereka meremehkan biaya pernikahan mereka. Karena itu, sangat penting bagi pasangan untuk mengetahui apa yang mereka inginkan dari pernikahan agar dapat menentukan anggaran pernikahan dan mencegah overbudget.
Melvin menambahkan, karena pernikahan adalah keputusan yang sifatnya jangka panjang, sedangkan perayaan berlangsung sesaat, penting juga untuk mengecek kondisi keuangan masing-masing pasangan. Pengecekan detil, seperti pemasukan, cicilan, aset, dan utang akan memberikan gambaran yang jelas terkait perencanaan untuk sumber dana pernikahan.
“Kuncinya adalah membangun komunikasi yang intens baik dengan pasangan, orang tua, dan calon mertua untuk menentukan perencanaan pernikahan yang selain dapat mewujudkan impian kedua pasangan, tetapi juga tidak mengganggu kesinambungan finansial pasangan menikah tersebut ke depan,” katanya.
Dia juga menyarankan, generasi muda yang hendak menikah sebaiknya memanfaatkan ajang pameran pernikahan untuk mencari tahu informasi biaya-biaya terkait pernikahan. Pameran pernikahan tersebut dapat membantu generasi muda memaksimalkan budget pernikahan.
“Pameran pernikahan menyediakan berbagai pilihan biaya, seperti gedung, catering, gaun pengantin, atau vendor-vendor yang cocok untuk membantu generasi muda mewujudkan pernikahan impian sesuai dengan budget yang dimiliki,” kata dia.