Tren tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah seperti Jakarta hingga Bali dengan melibatkan ratusan usaha lokal. Beberapa kedai yang ikut serta antara lain Sunyi Coffee, Toko Kopian, Futago, Panama Coffee, Kongsi, Mad For Coffee, hingga rumah makan seperti Bakmi Jawa Tebet, Sate Maranggi Lestari, dan Warteg Rio.
Tidak sedikit dari tempat usaha tersebut juga memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Sunyi Coffee, misalnya, dikenal sebagai ruang inklusif yang memberdayakan penyandang disabilitas. Sementara Toko Kopian mengusung konsep kopitiam yang terinspirasi dari budaya kopi Asia Tenggara.
Pemilik RM Sinar Gakong, Reza Kusumah, menilai konsep ini membuka peluang promosi yang berbeda dari biasanya. Menurut dia, penggunaan tirai kedai sebagai media promosi membantu memperluas jangkauan usaha sekaligus memperkenalkan bisnis kepada calon pelanggan baru.
"Program seperti ini membuat usaha lokal bisa saling mendukung selama Ramadhan. Exposure usaha juga meningkat karena lebih banyak orang yang melihat promosi tersebut, baik secara langsung maupun melalui media sosial," kata Reza.
Hal senada disampaikan pemilik Toko Kopian Donny Kusmadi. Dia menilai ide memanfaatkan tirai kedai sebagai ruang promosi merupakan konsep yang sederhana namun efektif.