Jadi Pelaku Kreatif di Industri Fashion dan FnB, Begini Cara Anak Muda Kelola Keuangan 

Vien Dimyati
Cara anak muda sukses menggeluti usaha fashion hingga FnB (Foto: Ist)

Dia menambahkan, orang yang melakukan otorisasi, merupakan yang tertinggi atau pengambil keputusan dalam hal keuangan. Dicontohkan, jika itu UMKM, CEO langsung bisa turun tangan melakukan otorisasi namun ketika UMKM sudah menjadi perusahaan besar, harus menunjuk orang yang bisa dipercaya untuk otorisasi transaksi. 

Kisah Sukses Pelaku Usaha 

Kisah sukses datang dari Nasya, pemilik brand lokal Allura yang membangun bisnisnya dari hobi simpel hingga menjadi pemimpin di industri fashion, living, and kids. Pada 2016, Allura merilis produk inovatif, menjadi pelopor dalam hijab printing (printed scarves), mengikuti arus pesatnya pergerakan modest fashion.

"Pada masa itu, Allura mencapai puncak perkembangan bisnis di pasar nasional dan internasional, dengan kolaborasi bersama public figure serta ekspansi ke pasar Malaysia, London, dan Brunei," ujar Nasya.

Nasya mengatakan, pada tahun ini, Allura mengambil langkah baru dengan merilis produk busana dalam kolaborasi dengan Fanny Fabriana, seorang public figure terkemuka. Langkah strategis ini diiringi dengan kolaborasi lebih lanjut dengan Fintech Peer-to-Peer (P2P) untuk mendukung peningkatan volume inventory dan modal kerja agar pertumbuhan bisnis berkelanjutan. "Kami berharap kolaborasi dengan Fintech P2P menjadi lebih profesional dalam mengatur keuangan. Allura akan terus menjalin kerja sama dengan Fintech P2P agar mampu konsisten meningkatkan aktivitas di semua lini bisnis," katanya.

Kisah sukses lainnya datang dari Proza, mantan karyawan swasta, memulai perjalanan bisnis dengan mendirikan KataLoGue Kopi pada 2016. Tanpa pengalaman bisnis sebelumnya, tekadnya untuk sukses dalam dunia kopi sangat kuat. “Seiring dengan berjalannya waktu, kata-kata tentang kelezatan kopi di KataLoGue mulai terdengar, dan pelanggan setia mulai datang secara teratur. Kualitas kopi dan atmosfer yang unik menjadi daya tarik utama,” ujarnya.

Proza mulai memikirkan untuk melakukan ekspansi di bisnisnya. Inisiatif Proza berkolaborasi dengan Fintech P2P terkait permodalan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan impian itu. Pembukaan gerai-gerai ritel kopi baru menjadi sasarannya untuk semakin mendekatkan produk ke konsumen. Selain itu, permodalan ini juga membantu dalam penyempurnaan interior design dari setiap gerai ritel kopinya sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi para pelanggan. 

Dia juga belajar cara pengelolaan keuangan perusahaan yang lebih profesional, cara memutarkan cash flow yang positif dan menjadikan hutang sebagai aset yang produktif. "Saat ini KataLoGue Group berhasil memiliki beberapa merek terkenal, termasuk KataLoGue Kopi, Petak25, Kai.Ros Coffee, Komunal 9, dan Ropang Harapan," kata Proza .

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Siap-Siap, Coretax bakal Bongkar Modus Pecah Usaha demi Pajak UMKM 0,5 Persen

57 tahun lalu

Fadli Zon Sebut AI Peluang Besar Industri Film, tapi Harus Diatur Ketat

57 tahun lalu

MNC Finance Dorong Literasi Keuangan Pelaku Usaha Lewat Program Gali Cuan Bersama GC Farm

57 tahun lalu

Kemendag Siapkan Penyesuaian HET Minyakita, bakal Naik?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal