Gaya Belanja Tak Terkontrol, Picu Gagal Bayar Kredit di Kalangan Generasi Milenial

Dani M Dahwilani
Milenial rentan gagal bayar akibat kebiasaan belanja impulsif dan rendahnya literasi keuangan. (Foto: Ilustrasi)

Salah satu pendekatan yang kini mulai diterapkan oleh beberapa penyedia kredit adalah sistem bertahap yang disesuaikan dengan perilaku pengguna. Dengan fitur seperti kenaikan limit berdasarkan kedisiplinan pembayaran dan pengembalian biaya administrasi bagi pengguna yang melunasi tagihan tepat waktu, risiko gagal bayar dapat ditekan secara signifikan.

“Kami percaya, akses kredit yang sehat harus dimulai dari pemahaman yang realistis terhadap kondisi keuangan pengguna. Banyak orang sebenarnya ingin tertib secara finansial, tapi sistem yang rumit dan tidak berpihak justru membuat mereka terjebak,” ujar Head of Operations Honest Card, Panji Puntadewa dalam keterangan persnya dilansir, Jumat (30/5/2025).

Pendekatan yang fokus pada kontrol mandiri dan edukasi pengguna terbukti menurunkan angka keterlambatan pembayaran hingga 24 persen sejak fitur-fitur adaptif diluncurkan. Bahkan, 30 persen pengguna rutin melunasi seluruh tagihan bulanannya secara penuh, menandakan adanya perubahan perilaku positif dalam penggunaan kredit.

Kredit seharusnya dimanfaatkan sebagai alat membangun profil finansial yang sehat, bukan sekadar ajang pamer atau pemuas hasrat konsumtif. Sayangnya, banyak milenial yang tergoda mengejar gaya hidup mewah tanpa menyadari konsekuensi finansial jangka panjangnya.

Kebiasaan belanja impulsif ditambah kemudahan akses kredit menjadi kombinasi yang memicu gagal bayar kredit secara masif. Dalam jangka panjang, hal ini bisa berdampak pada sulitnya akses terhadap layanan keuangan formal seperti pinjaman, KPR, atau pembiayaan kendaraan.

Penting bagi generasi muda untuk membentuk mindset baru yang lebih sadar dan bertanggung jawab dalam menggunakan fasilitas kredit. Literasi keuangan harus menjadi bagian dari gaya hidup, bukan sekadar pilihan opsional.

"Kampanye edukatif seperti JujurAja menjadi langkah strategis dalam mendorong budaya finansial yang lebih sehat di kalangan milenial. Mendorong keterbukaan terhadap kondisi keuangan pribadi dan pentingnya manajemen kredit, kampanye ini memperkuat semangat Anti-Galbay sebagai fondasi keuangan yang tangguh," kata Panji.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kopdes Merah Putih Dapat Pinjaman Rp3 Miliar, Purbaya Yakin Minim Risiko Gagal Bayar

27 hari lalu

OJK: UU P2SK Perluas Aturan Hapus Tagih UMKM, Berlaku Selamanya

1 bulan lalu

BTN Ungkap 95,3% Debitur KPR Didominasi Gen Z dan Milenial

2 bulan lalu

BRI Salurkan KPP Rp9,2 Triliun, Kuasai 54 Persen Realisasi Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal