Salah satunya adalah dengan mendapatkan pesan atau panggilan yang mengatasnamakan pihak resmi dari sebuah acara, lembaga, organisasi, ataupun e-commerce yang menyatakan bahwa kita adalah pemenang sebuah undian.
Jika Anda merespon pesan atau panggilan tersebut, Anda mungkin akan dimintai data pribadi maupun rekening bank sebagai syarat mengambil hadiah.
Pelaku soceng akan mengirimkan pesan atau panggilan kepada calon korban dengan mengabarkan bahwa calon korban akan di-upgrade menjadi nasabah prioritas.
Dalam hal ini, pelaku soceng akan menyamar sebagai pihak resmi dari suatu perbankan untuk tampak meyakinkan. Calon korban akan diiming-imingi segala keuntungan menjadi nasabah prioritas. Nantinya, pelaku soceng akan meminta berbagai informasi mengenai akun atau rekening bank calon korban dengan dalih untuk keperluan upgrade rekening.
Selain menjadi nasabah prioritas, modus lain yang digunakan pelaku soceng adalah dengan menawarkan menjadi agen laku pandai. Pelaku soceng akan berpura-pura menawarkan berbagai kemudahan menjadi agen laku pandai kepada calon korban.