Dalam catat Forbes, Simonyi sendiri memiliki kekayaan sekitar 3 miliar dollar AS atau Rp 43 triliyun. Karenanya tak cukup sulit mengeluarkan uang puluhan juta untuk menikmati waktunya berpergian ke luar angkasa.
Semua kekayaannya itu tak lepas dari pekerjaannya sebagai programmer di Microsoft. Bahkan CEO dan Founder Microsoft, Bill Gates pernah menyebut Simonyi merupakan orang penting dalam microsoft.
Tentunya peran sentral Simonyi tak lepas dari kehidupannya dan pendidikannya saat muda. Sejak SMA, dia sudah tertarik di dunia komputer dan mendalami dunia pemrograman. Sehingga saat lulus, dirinya sudah berkembang dengan beberapa perangkat lunak dan menjualnya ke kantor pemerintah setempat.
Termasuk di tahun 1966, di saat teknologi pemograman masih tabu. Simonyi telah mendapatkan kontrak dari Denmark A/S Regnecentralen yang membuat pindah ke Amerika di 1968. Disanalah dia kemudian kuliah di Universitas Berkeley, California serta melanjutkannya ke University of Standford.
Setelahnya, dia kembali dikontrak oleh Xerox PARC. Di sana dia berhasil menimba ilmu dari para programer terkenal dunia. Bakat lantas tercium oleh Bill Gates yang merekrutnya di 1981 untuk mengembangkan Microsoft.