Meski menjadi kabar menggembirakan bagi dunia sains, para peneliti mengingatkan bahwa masa depan spesies ini justru berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Populasinya diperkirakan hanya hidup di wilayah seluas sekitar 1.700 kilometer persegi di Cekungan Kongo. Habitatnya terus terancam oleh aktivitas perburuan dan deforestasi di kawasan penyangga Taman Nasional Lomami.
Karena jumlahnya yang sedikit dan sebarannya sangat terbatas, tim peneliti merekomendasikan agar Colobus congoensis segera dimasukkan ke dalam kategori terancam punah (Endangered).
Ekolog dari Emory University, Thomas Gillespie, yang tidak terlibat dalam penelitian, menyebut penemuan ini menjadi pengingat bahwa masih banyak spesies yang belum dikenal manusia, namun keberadaannya sudah lebih dulu menghadapi ancaman kepunahan.
"Menemukan spesies primata baru tentu sangat menggembirakan. Namun, di saat yang sama, hal ini juga menyedihkan karena hutan tropis tempat mereka hidup kini berada di bawah tekanan yang sangat besar," ujarnya.