Peneliti dari Florida Atlantic University, Kate Detwiler, menduga warna oranye di wajah tersebut berfungsi sebagai penanda identitas antarindividu atau bahkan untuk menarik pasangan saat musim kawin.
Untuk memastikan statusnya, tim peneliti menganalisis sampel DNA dari bangkai monyet yang disita dari pemburu liar sebelum dijual ke pasar daging satwa (bushmeat).
Hasil pengurutan genom kemudian dibandingkan dengan koleksi spesimen museum. Analisis genetik itu memastikan bahwa Likweli merupakan spesies yang berbeda dari seluruh monyet Colobus yang telah dikenal sebelumnya.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kerabat terdekatnya adalah black colobus (Colobus satanas). Keduanya diperkirakan mulai berevolusi secara terpisah sekitar 5 juta tahun lalu, menjadikannya salah satu pemisahan evolusi terlama dalam kelompok Colobus.
"Penemuan ini mengubah cara kita memahami evolusi monyet Afrika," ujar Detwiler.