"Serigala dire berukuran lebih besar daripada serigala abu-abu dan "memiliki kepala yang sedikit lebih lebar, bulu yang tebal dan rahang yang lebih kuat," kata Colossal Biosciences dalam pengumumannya Senin, 7 April 2025, dilansir dari CNN, Selasa (8/4/2025).
Ben Lamm, salah satu pendiri dan CEO Colossal mengatakan, ini pencapaian besar pertama perusahaannya yang membuktikan teknologi bisa menghidupkan kembali spesies yang punah. Colossal telah berupaya menghidupkan kembali mamut, dodo, dan harimau Tasmania sejak 2021.
"Tim kami mengambil DNA dari gigi berusia 13.000 tahun dan tengkorak berusia 72.000 tahun dan menghasilkan anakan serigala dire yang sehat," kata Ben Lamm.
Saat ini, ketiga serigala ganas tersebut hidup di lokasi seluas 2.000 hektare di lokasi yang dirahasiakan, dikelilingi oleh pagar setinggi 3 meter yang setara dengan kebun binatang. Ketiganya dipantau oleh personel keamanan, drone, dan umpan kamera langsung. Colossal mengatakan fasilitas tersebut telah disertifikasi oleh American Humane Society dan terdaftar di Departemen Pertanian AS.
Para ilmuwan dan kolaborator Colossal mengatakan, mereka berhasil menyusun dua genom Aenocyon dirus berkualitas tinggi atau rangkaian informasi genetik yang lengkap, dengan menggunakan DNA purba yang diekstrak dari dua fosil serigala dire wolf.