Beruntung untuk Apollo 13, Odyssey yang rusak memiliki cadangan yang sehat yakni Aquarius, yang tidak seharusnya dihidupkan sampai kru hampir mendarat di Bulan. Haise dan Lovell dengan panik bekerja untuk mem-boot Aquarius dalam waktu yang lebih singkat dari yang dirancang.
Aquarius tidak memiliki pelindung panas untuk bertahan saat jatuh kembali ke Bumi, sehingga Lovell dan Haise menjalankan dan menjalankan modul Bulan, Swigert tetap berada di Odyssey untuk mematikan sistemnya guna menghemat daya untuk splashdown.
Para kru harus menyeimbangkan tantangan pulang dengan mempertahankan kekuatan di Aquarius. Setelah mereka melakukan pembakaran penting untuk mengarahkan pesawat luar angkasa kembali ke Bumi, para kru mematikan semua sistem yang tidak penting di pesawat luar angkasa.
Tanpa sumber panas, suhu kabin dengan cepat turun mendekati titik beku. Beberapa makanan menjadi tidak bisa dimakan. Para kru juga menjatah air untuk memastikan Aquarius beroperasi lebih lama dari yang dirancang akan memiliki cukup cairan untuk mendinginkan perangkat kerasnya. Dan Aquarius cukup sempit karena dirancang untuk menampung dua orang, bukan tiga orang.
Di Bumi, direktur penerbangan Gene Kranz menarik shift pengontrolnya dari rotasi reguler untuk fokus mengelola bahan habis pakai seperti air dan listrik. Tim kontrol misi lainnya membantu kru dengan kegiatan sehari-hari. Produsen pesawat ruang angkasa bekerja sepanjang waktu untuk mendukung NASA dan kru.