Kenapa Banyak Negara Berlomba-lomba Pergi ke Bulan? Ini yang Dicari

Dini Listiyani
Kenapa Banyak Negara Berlomba-lomba Pergi ke Bulan? Ini yang Dicari (Foto: Bill Ingalls/NASA)

Soviet mengalami kesulitan mengembangkan kendaraan yang cukup kuat untuk meluncurkan misi berawak ke Bulan. AS menciptakan roket Saturn V, teknologi luar biasa yang merupakan yang paling kuat yang pernah diluncurkan hingga penerbangan pertama roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (SLS) NASA akhir 2022.

Saat ini, banyak negara dan bahkan perusahaan swasta memiliki kemampuan teknologi untuk mengirim pesawat luar angkasa ke Bulan. Luar angkasa sekarang lebih ramai, dan menjadi tuan rumah bagi satelit-satelit yang terkait dengan perekonomian terestrial, membawa komunikasi, memberikan sinyal panduan, dan mengamati air pertanian dan sumber daya lainnya di lapangan.

Tujuannya bukan lagi untuk mencapai keunggulan teknologi. Sebaliknya, negara-negara justru bergegas memperoleh teknologi yang sudah ada yang menjadi prasyarat bagi kemandirian ekonomi dan kemakmuran. 

“Ini adalah bagian dari berada di dunia pada era luar angkasa yang sudah matang, ini bukan lagi program opsional, bukan lagi permainan pikap, berebut untuk melihat siapa yang pertama. Ini adalah program yang penting dan eksistensial untuk keberadaan abad ke-21," ujar Lewis. 

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Mobil
1 hari lalu

Ferrari Gandeng NASA Atasi Masalah Akselerasi pada Mobil Listrik Luce

Internasional
14 hari lalu

Terungkap, India "Lindungi" Kapal Perang Iran dari Serangan AS

Nasional
26 hari lalu

Agrinas: Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Anggaran Rp46,5 Triliun

Internasional
27 hari lalu

Pesawat Ambulans Udara Bawa 7 Orang termasuk Pasien Jatuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal