"Ini menunjukkan bagaimana H5N1 terus bergerak dan beradaptasi di lingkungan sub-Antartika, dengan dampak yang sangat signifikan pada mamalia laut," ujar peneliti utama, ahli biologi satwa liar Dr. Julie McInnes, dikutip dari BBC, Kamis (18/6/2026).
Para peneliti menekankan bahwa temuan ini penting untuk memahami dinamika penyebaran virus lintas spesies dan risiko ekologis yang lebih luas, terutama di wilayah yang sebelumnya dianggap relatif terisolasi.
Australia sendiri masih menjadi satu-satunya benua yang belum mencatat kasus H5N1 pada daratan utamanya, meskipun tekanan risiko dari wilayah sekitarnya terus meningkat dan menjadi perhatian ilmuwan serta otoritas lingkungan.