Beda Satelit Nano vs Konvesional, Paling Menonjol dari Segi Ukuran

Tangguh Yudha
Beda Satelit Nano vs Konvesional (Foto: BRIN)

Dalam pengembangannya, kata Setra, satelit konvesional juga relatif lebih rumit. Karena, konstruksi dan komponen yang digunakan juga lebih kompleks. Namun, bukan berarti satelit nano minim manfaat karena fungsinya dapat disesuaikan. 

"Fungsi dari satelit ini juga bisa untuk mitigasi bencana. Jadi misalnya bisa untuk memonitor level air di laut atau mendeteksi banjir. Itu kembali ke rencana, kita bsa pasang sensor untuk mengumpulkan datanya," katanya. 

Sekadar informasi, satelit nano SS-1 lepas landas di ketinggian 400-420 km di atas permukaan Bumi, dengan sukut inklinasi 51,7 derajat. Selain untuk komunikasi, satelit juga berfungsi sebaga Automatic Package Radio System yang diperuntukan untuk kebutuhan Radio Amatir (ORARI).

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
14 hari lalu

BRIN Siapkan Bandar Antariksa Nasional, Biak Dipilih Jadi Lokasi Paling Strategis

14 hari lalu

NEO-1, Satelit Observasi Bumi Buatan BRIN yang Siap Meluncur 2027

14 hari lalu

BRIN Luncurkan Satelit NEO-1 Januari 2027, Seluruh Perakitan Dilakukan di Indonesia

14 hari lalu

BRIN bakal Luncurkan Satelit Mikro Buatan Dalam Negeri Awal 2027, Ini Fungsinya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal