JAKARTA, iNews.id - Pernah membayangkan bagaimana salat di luar angkasa? Astronot ini memberikan jawaban bagaimana melaksanakan salat di luar angkasa.
Sheikh Muszaphar Shukor adalah astronot pertama Malaysia. Dia lepas landas pada 10 Oktober dengan pesawat luar angkasa Soyuz Rusia untuk kunjungan sembilan hari selama bulan suci Ramadhan ke International Space Station (ISS).
Shukor adalah seorang muslim yang taat beribadah. Masalahnya untuk salat seorang muslim diwajibkan menghadap ke arah Kakbah.
Dari ISS, yang mengorbit 220 mil di atas permukaan Bumi, kiblat berubah detik ke detik. Selama beberapa bagian orbit stasiun luar angkasa, kiblat dapat bergerak hampir 180 derajat selama satu kali salat. Apa yang harus dilakukan seorang muslim di luar angkasa?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, pemerintah Malaysia menugaskan 150 cendekiawan dan ilmuwan Islam untuk berkumpul dan mempelajari pertanyaan-pertanyaan ini, dan mereka menghasilkan sebuah buklet berjudul A Guideline of Performing Ibadah (worship) at the International Space Station (ISS).
Menurut dokumen itu, menentukan cara berdoa harus didasarkan pada apa yang layak dan memungkinkan bagi astronot. Astronot harus mencoba menghadap Kakbah dan jika tidak memungkinkan, dia harus menghadap proyeksi ke Kakbah. Sekali lagi jika tidak memungkinkan, dia harus menghadap Bumi dan jika ini juga tidak memungkinkan, dia bisa menghadap ke mana saja dan berdoa.